Permasalahan Sampah di Indonesia dan Solusi Pencegahannya

darussunnah.sch.id – Permasalahan sampah di Indonesia hingga saat ini masih tak kunjung tuntas. Menurut International Earth Science Information Network, Indonesia mendapatkan peringkat ke 134 dari 140 sebagai negara terbersih di dunia. Menurut direktur organisasi Waste 4 Change, data itu berarti menunjukan bahwa negara Indonesia mendapatkan peringkat ke-7 sebagai negara terkotor di dunia.

Tak jarang, kita melihat bagaimana sampah bertebaran di jalan bahkan menggunung di beberapa kawasan. Miris memang melihatnya, ditambah para pemulung yang sibuk mencari botol plastik atau apapun yang dapat dijual kembali demi mencari recehan uang untuk bertahan hidup, juga berbagai dampak negatif yang terjadi akibat dari ulah manusia ini. Lalu apa saja permasalahannya dan bagaimana cara kita sebagai bangsa Indonesia untuk mencegahnya?

Permasalahan Sampah dan Solusinya

Permasalahan pertama adalah banyaknya sampah rumah tangga yang menumpuk, seperti pakaian yang sudah tidak terpakai. Hal ini disebabkan karena mereka tidak tahu pakaian ini mau disingkirkan kemana dan tak jarang juga para pemulung menolak jika diberikan pakaian bekas karena tidak bisa dijual kembali. Permasalahan ini mungkin dapat diatasi dengan memperbanyak komunitas yang dapat mengakomodir pakaian bekas yang sudah tidak terpakai, seperti komunitas Give2 Indonesia, Donasi Barang, Tukar Baju, dan lain-lain.

Permasalahan kedua adalah masyarakat masih sulit untuk mendisiplinkan dirinya dalam memilah sampah, bahkan membuang sampah sembarangan masih menjadi hal yang lumrah. Akibatnya, banyak sampah yang tersebar di jalan, sampah non organik seperti plastik tercampur oleh sampah organik seperti sisa makanan, hal ini menjadikan sampah sulit untuk dimanfaatkan kembali. Permasalahan ini mungkin dapat diatasi dengan memperbanyak tempat sampah organik dan non organik di setiap tempat atau jalan, serta mendisiplinkan masyarakat dengan memberikan sanksi jika membuang sampah sembarangan.

Permasalahan ketiga adalah pembakaran sampah yang umumnya dilakukan masyarakat, mereka bermaksud untuk menghilangkan sampah dengan cara dibakar tetapi hal ini justru berdampak pada lingkungan dan juga kesehatan para pelaku itu sendiri. Polusi udara, kebakaran hutan, sesak nafas menjadi dampak dari pembakaran sampah masyarakat. Hal ini sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2005 terkait pengendalian pencemaran udara. Bahwasannya pembakaran sampah baik di lingkungan rumah maupun di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) sudah dilarang.

Permasalahan keempat adalah pencemaran perairan yang berasal dari pembuangan limbah sampah atau pabrik. Pencemaran perairan ini dapat berpengaruh terhadap kualitas tanah dan air masyarakat sekitarnya, serta otomatis juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan warga yang mengkonsumsi air di daerah tersebut. Sebaiknya limbah ini diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan bebas dengan menggunakan kolam stabilisasi atau menggunakan bantuan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dengan begitu perairan sungai dan laut menjadi lebih aman untuk kehidupan ekosistem makhluk hidup di perairan Indonesia.

Itulah empat permasalahan di antara berbagai permasalahan sampah yang ada di Indonesia. Semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat kita untuk senantiasa mendisiplinkan diri dalam pengelolaan dan pembuangan sampah, agar sedikit demi sedikit sampah di Indonesia dapat diatasi dengan baik.

Penulis: Syadza Izzati Safitri, Mahasiswi semester 1, Jurusan Tarjamah, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pendaftaran Santri Baru Darussunnah
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *