Hadis tentang manusia tidak dapat mengendalikan diri

manusia tidak dapat mengendalikan diri

الإِمَانُ يَزْدَادُوَيَنْقُصُ

Iman Manusia senantiasa Bertambah dan berkurang setiap detiknya, Jika tidak bisa Mengupgrade keimanan setidaknya mampu mempertahankan. Atau, manakala iman kita sedang berada pada posisi نقصان (Berkurang) hendaknya untuk tidak berlarut-larut pada keadaan tersebut.

Ketidak mantapan yang terpatri pada sukma manusia telah Rasullullah Kabarkan Kepada Sahabat-sahabatnya. Hal ini terdapat dalam hadis yang Imam Muslim riwayatkan;

Teks Hadis manusia tidak dapat mengendalikan diri

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا صَوَّرَ اللَّهُ آدَمَ فِي الْجَنَّةِ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَتْرُكَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ مَا هُوَ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خُلِقَ خَلْقًا لَا يَتَمَالَكُ
(رواه مسلم)

مسلم :أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري

Artinya:

Dari Anas (W 91H) bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Setelah membentuk tubuh Adam alaihi salam, Allah Subhanahu wa Ta’ala pun membiarkannya di surga sesuai dengan kehendak-Nya. Tak lama kemudian, iblis datang mengitari tubuh Adam sambil mengamati. Setelah mengetahui bahwasanya tubuh Adam itu mempunyai rongga, maka lblis pun mengerti bahwasanya terciptanya Adam dalam kondisi yang tidak dapat mengendalikan diri sendiri.”

HR. Muslim (204 H – 261 H : 57 tahun).

Hadis di atas tidak berarti Membenarkan, mewajarkan dan memaklumkam segala sifat dan sikap buruk manusia yang tidak dapat mengendalikan diri. Seperti manusia yang Mudah marah, manusia yang Suka Pesimis, manusia yang sering kalah melawan hawa nafsunya, melainkan Hadis di atas mewanti-wanti manusia agar senantiasa Berhati-hati Dalam memeluk erat perangainya itu.

Menilik Kata الأجواف yang tercantum pada Hadis di atas, Imam Muslim menjelaskan dalam kitab Syarahnya

الأجواف : صاحب الجوف، وقيل هو الذي داخله خال

Pemilik Kekosongan, atau ada yang mengatakan: orang yang tersisipkan kehampaan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memanage statistik iman pula emosional yang tak menentu, karena sudah jelas bahwa manusia memiliki kelowongan dalam tubuhnya.

Sebisa mungkin Setan Mampir, dan mencoba masuk melalui celah tersebut, sebagaimana Usaha keras setan menghinggapi Celah tersebut, sekeras itu pula Usaha yang harus kita kerahkan dama upaya menjadi kehampaan yang kita punya. dengan memperbanyak dzikir, tahmid, tahlil dan sunnah-sunnah Rasul lainnya.layaknya Perut, Pikiran dan hati yang tak boleh kosong, batinpun demikian.

Adapun makna لا يتمالك Imam Muslim juga menginterpretasikan:

لا يملك نفسه ويحسبها عن الشهوات، وقيل لا بملك دفع الوسواس عنه، وقيل لا يملك نفسه عن الغضب

Tidak dapat mengendalikan dan menahan hawa nafsu, tidak dapat menahan kegelisahan, dan menahan Marah.

Wallahu A’lam

Oleh Naja Saniatur R

Pendaftaran Santri Baru Darussunnah
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *