Catatan Rihlah Biksah Poso Bagian 1

“Keberangkatan Ke Poso”

Jumat, 04 November 2022, tepat pada pukul 00.30 WIB, Khadim Ma’had Darus-Sunnah beserta rombongan bergegas bertolak ke bandara internasional Soekarno-Hatta, karena pukul 02.30WIB, rombongan akan beranjak menuju kota Palu.

KH. Zia Ul Haramein sedang menyampaikan khutbah Jumat di Masjid An-Nur, Poso.

            Setelah tiba di bandara Mustika Sis Al-Jufri, Palu, pada pukul 06.00 WITA, rombongan segera bergerak ke Bumi Sintuwu Maroso, Poso. Adapaun rombongan, berjumlah lima orang, yang terdiri dari: Ustadz Muhammad Najih Arromadloni (Gus Najih), KH. Zia Ul Haramein, Ustadz Hanifuddin, dan dua orang mahasantri Darus-Sunnah asal Poso, yaitu, Muallim dan Apriyanto. Setelah tiba di kota Poso, Khadim Ma’had Darus-Sunnah, KH. Zia Ul Haramein, dijadwalkan menjadi khatib jum’at dan menjadi imam sholat di masjid An-Nur, kelurahan Bonesompe, kec. Poso Kota Utara.

Setelah semua rangkaian salat jum’at selesai, tak lupa kami berbincang-bincang sejenak untuk ramah tamah bersama pengurus PCNU kab. Poso. Selepas itu, rombongan beranjak menuju kediaman Pak Sukimin, ayah dari Wahyu Trihatmojo (mahasantri Darus-Sunnah), yang bertempat di kelurahan Gebangrejo Barat, kec. Poso Kota.

            Di sana, kami di jamu makan siang dengan berbagai macam jenis menu makanan. Tampak rombongan begitu menikmati menu makanannya, karena perjalanan lima jam dari kota Palu menuju Poso, kami tak pernah mampir untuk sarapan. Setelah itu, tak lupa juga kami bincang hangat bersama tuan rumah, terkait maksud dan tujuan kami rihlah ke Poso.

            Adapun maksud kami berkunjung ke Poso adalah bersilaturrahmi dengan pengurus PCNU Poso dan pengurus pondok pesantren Amanah, guna menjalin komunikasi antara Darus-Sunnah dan Poso, karena beberapa dari sekian banyak mahasantri di Darus-Sunnah, merupakan delegasi dari kota Poso.

Oleh: Apriyanto Sumaila

Tinggalkan Balasan

Assalamu'alaikum para pengunjung yang budiman.

Silahkan pilih salah satu kontak dibawah ini untuk menghubungi kami

Madrasah Darus-Sunnah

6 Tahun Setingkat Tsanawiyah-Aliyah