Ramah Tamah dan Sosialiasi Keluarga Darus-Sunnah

Ciputat, 31 Januari 2021 – Pada penghujung bulan Januari ini, dalam rangka mengawali tahun 2021, Darus-Sunnah menyelenggarakan kegiatan Ramah Tamah sekaligus Sosialisasi bersama seluruh anggota keluarga Darus-Sunnah di Halaman Masjid Muniroh Salamah tepat setelah kegiatan rutin mudzakaroh dilaksanakan.

Kegiatan ini sendiridiselenggarakan bukan hanya sebagai bentuk penyambutan kepada Santri dan Mahasantri yang baru saja kembali, namun lebih dari itu, kegiatan ini juga terselenggara sebagai salah satu bentuk Tajdidun-Niyyah atau restorasi niat dalam mengawali semester baru.

Sedikit berbeda dengan ramah tamah dan sosialisasi yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini hanya diikuti oleh 50% santri dan mahasantri secara langsung, sedangkan mahasantri online diperkenankan untuk ikut serta secara Virtual melalui Zoom, mengingat perubahan sistem pembelajaran yang dirubah karena efek pandemi covid-19 yang belum juga mereda. Meskipun begitu, jauhnya jarak yang membentang agaknya tidak menyurutkan semangat dan antusiasme mahasantri ikut serta dalam kegiatan ini.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan Mauidzotul Hasanah dari Direktur Ma’had, Dewan Masyayikh, serta asatidz yang lain.

KH. Zia Ul Haramein selaku Direktur Ma’had, beliau menyampaikan dalam nasihat singkatnya bahwa sudah semestinya bagi semua pelajar membiasakan diri untuk ‘mengencani’ kitab setiap hari, guna memperluas khazanah keilmuan yang didapatkan dari sumber literasi pondok pesantren.

Beliau juga menyampaikan bahwa seyogyanya kita memperbaharui niat dan menjadikan semester baru ini sebagai kesempatan terbaik melakukan self improvement atau perbaikan diri.

selain itu ada pula nasihat dari Ustadz Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, MA. selaku Dewan Masyayikh yang menyampaikan bahwa seorang santri hanya memiliki satu tugas, yaitu Manut (berasal dari bahasa jawa yang berarti mengikut atau taat).

Manut di sini tidak hanya berlaku ketika kita berada di hadapan guru, melainkan lebih dari itu, ketika tidak berhadapan dengan guru pun kita tetap harus menjaga sikap tersebut. Tatkala seseorang sudah mampu mempertahankan sifat manut tersebut di dalam dirinya, maka jiwa kesantriannya tidak akan luntur.

Acara berlangsung begitu khidmat, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.00 WIB. Rangkaian acara malam itu pun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ulin Nuha, L.C., M.A. Tentu besar harapan kita semua agar keadaan kembali normal secepat mungkin, sehingga kita bisa kembali berkumpul untuk menjalankan aktivitas pesantren sebagaimana biasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *