Lompat ke konten

Pesantren Darus-Sunnah

Pacaran Menurut Islam

darussunnah.sch.id – Pada zaman sekarang, mayoritas remaja di Indonesia saat ini memiliki status berpacaran. Aktivitas pacaran bukan hal yang tidak biasa lagi pada saat ini. Menjalin ikatan percintaan tanpa ikatan yang halal. Melakukan interaksi pada lawan jenis yang tak seharusnya terjadi.

Pengertian pacaran yaitu menjalankan suatu hubungan di mana dua orang bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama agar dapat mengenal satu sama lain tanpa ikatan yang halal. Pacaran tidak boleh dan dapat memperbesar risiko terjadinya segala bentuk perzinahan. Sehingga agama Islam sangat melarang keras umatnya untuk berpacaran. Maka dari itu sebaiknya kita menghindar dari berpacaran, karena dari awal pacaran akan menimbulkan zina. Dan zina sangat jelas Allah Swt melarang. Sebagaimana Allah berfirman di dalam surah al-Isra Ayat 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ إِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Dari ayat ini, sudah sangat jelas bahwa zina itu merupakan perbuatan yang sungguh keji. Dan Allah mengingatkan hamba-hamba-Nya karena Allah sangat menyayangi hamba-hamba-Nya agar terhindar dari perbuatan itu. Rasullulah Saw bersabda:

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثُهُمَا الشَّيْطَانَ

Artinya: Ingatlah, bahwa tidak ada sesorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan. (HR. Ahmad, al-Tirmidzi dan al-Hakim).

Hawa Nafsu Belaka

Seorang laki-laki dan seorang perempuan yang berpacaran tanpa ikatan halal lebih banyak bahayanya. Apalagi ketika mereka “jalan” hanya berdua itu hanya merupakan nafsu belaka dan godaan setan yang terus-menurus membisiki mereka agar berbuat yang perbuatan yang haram. Pacaran menimbulkan banyak dosa karena merupakan perbuatan yang tidak seharusnya. Pacaran juga mempunyai banyak dampak buruk.

Dalam agama Islam terdapat hubungan yang dianjurkan, yaitu ta’aruf. Ta’aruf adalah perkenalan atau proses saling mengenal yang dianjurkan dalam Islam. Tujuan ta’aruf ini adalah menyempurnakan agama dengan menuju ke jenjang pernikahan agar tidak terjadinya konflik. Namun, menjalankan ta’aruf ini tidak boleh terlalu lama seperti pacaran agar terhindar dari hal-hal negatif. Jika kita sudah menjalani proses ta’aruf ini sebaiknya segera melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Di zaman sekarang, memang sudah banyak sekali orang yang berpacaran. Namun, janganlah kita merasa iri dengan keromantisan orang yang berpacaran. Karena kita sebagai hamba-Nya tak perlu mengkhawatirkan perihal masalah jodoh, karena jodoh sudah Allah Swt atur. Sebagaimana Allah berfirman pada Surah Yasin ayat 36

سُبْحٰنَ الَّذِيْ خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

Penulis: Iva Inayati, Mahasiswi Semester 1 Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Tarjamah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.