Memahami Pentingnya Keorganisasian

Kemahiran berorganisasi merupakan satu di antara banyak ragam kesenian yang ada dalam kehidupan manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia amat membutuhkan kesenian ini, berorganisasi berarti mengatur sebuah individu-individu untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui kecakapan ini, seseorang mampu merapikan serakan individu dengan keahliannya masing-masing, menjadi sebuah badan perkumpulan yang efektif  yang dengan mudah mencapai sebuah pencapaian bersama.

Darus-Sunnah, melalui pitutur pendirinya, Kiai Ali Mustafa Yaqub, menyadari betul akan hal ini. Dari itu, disusunlah sebuah trilogi pesantren yang menjadi dasar berpijak kegiatan di Darus-Sunnah. Trilogi tersebut adalah Dirasah (pendidikan), Munazhomah (seni berorganisasi) dan Istijmam (rekreasi). Untuk itu, selain memprioritaskan semangat proses belajar mengajar dalam dinamika kegiatan santrinya, Darus-Sunnah juga memperhatikan proses berorganisasi di kalangan para santri agar tumbuh berkembang dalam jiwa mereka.

Dalam kaitannya dengan kesadaran berorganisasi, semua dari kita maklum akan ungkapan Sayyiduna Ali bin Abi Thalib bahwa “Kebenaran yang tak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Lahirlah kemudian badan-badan organisasi di pesantren Darus-Sunnah. Ada Ikatan Mahasantri Darus-Sunnah (IMDAR) dan Ikatan Santri Darus-Sunnah (ISDAR) sebagai badan organisasi utama yang mengurus keseharian santri dan mahasantri. Selain itu ada juga beberapa badan organisasi di Darus-Sunnah yang kita kenal dengan Lembaga Semi Otonom (LSO) seperti Lembaga Pers Mahasantri (LPM) Nabawi, Lembaga Kajian dan Riset (Lemkaris) Rasionalika, Sistem Informasi Darus-Sunnah (SIDS), Lembaga Tartil dan Tilawah al-Qur’an (LTTQ) al-Itqon.

Dalam rangkai menyemai kembali semangat berorganisasi di Darus-Sunnah, khususnya di kalangan santri, pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2020 diadakan upgrading semangat keorganisasian untuk badan organisasi Madrasah Darus-Sunnah yang terdiri dari Tim Manajemen, Musyrif dan Ikatan Santri Darus-Sunnah (ISDAR) periode 2020-2021.

Sejatinya, acara tersebut merupakan presentasi dan peresmian program kerja ISDAR terpilih tahun ajaran 2020-2021. Namun, dalam kesempatan tersebut, kepala Madrasah Darus-Sunnah, Ustadz Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, MA, sambil menyelam minum air, juga memberikan materi berorganisasi bagi semua tim penggerak harian santri tersebut.

Dalam acara tersebut, Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah memaparkan panjang lebar maklumat keorganisasian yang berkaitan dengan pentingnya memahami stuktur organisasi dan pemetaan program kerja bagi sebuah organisasi.

Memahami strata struktur dalam organisasi merupakan hal yang penting, karena hal tersebut bukan sekadar rangkaian hierarki struktur semata, melainkan ada peran penting pada masing-masing bagian yang jika dipahami betul fungsinya akan melahirkan konsep kebeorganisasian yang kuat dan apik.

Mengambil contoh sturktur keorganisasian Ikatan Santri Darus-Sunnah (ISDAR), pemateri menjelaskan peran setiap strata sturktur mulai dari pelindung, penanggungjawab, pengarah, pembina, ketua dan divisi-divisi di bawahnya. Seluruhnya memiliki peran yang berbeda antar satu dan lainnya namun saling berkaitan, yang jika semua berjalan sesuai perannya, sebuah organisasi akan kuat dan rapi.

Pelindung adalah jabatan yang tertinggi organisasi yang biasanya terdiri dari sepuh atau orang yang dihormati yang bertugas melindungi eksistensi organisasi dari pihak luar. Penanggungjawab adalah yang memegang kendali organisasi dan menjadi penyambung antara bagian bawahnya dengan pelindung. Pengarah adalah jabatan yang dimintakan pertimbangan untuk memutuskan sebuah permasalahan. Pembina adalah yang jabatan yang bertugas membina ketua harian dalam kerja harian sekaligus yang dimintai pendapat saat memutuskan permasalahan. Ketua, yang dalam hal ini ketua harian ISDAR, adalah jabatan yang mengepalai kerja harian ISDAR. Dilanjutkan dengan divisi-divisi di bawahnya yang bertanggungjawab atas harian santri sesuai dengan bidang yang dipegangnya.

Dalam konteks organisasi Ikatan Santri Darus-Sunnah (ISDAR) yang bertindak sebagai Pelindung adalah Khadim Ma’had (KH. Zia Ul Haramein), Penanggungjawab adalah Kepala Madrasah Darus-Sunnah (Ust. Ahmad Ubaydi Hasbillah), Pengarah adalah Wakil Kepala Bagian Kesiswaan (Ust. Tubagus Hasan Basri), Pembina adalah jajaran Musyrif (Ust Subhan dan rekan-rekannya), Ketua adalah ketua ISDAR (Muhammad Zaid), dilanjutkan dengan divisi-divisi di bawahnya.

Selain menjabarkan tentang strukrur organisasi, pemateri juga mengulas perihal pentingnya merumuskan Tugas Pokok Fungsi (Tupoksi) atau yang kita kenal dengan istilah Job Description, Program Kerja, Agenda dan Rincian Kegiatan dengan baik dan benar. Beliau menjelaskan bahwa keempat unsur tersebut merupakan hal yang berbeda satu sama lain.

Tupoksi adalah deskripsi jabatan yang bersifat general dan berlaku sepanjang masa jabatan tanpa ada jeda, Tupoksi ketua ISDAR adalah memimpin ISDAR selama masa jabatannya. Program Kerja adalah turunan program dari Tupoksi utama yang terikat dengan jangka waktu tertentu, sebagai contoh, Program Kerja Ketua Isdar dalam Tupoksinya Memimpin Isdar adalah mengadakan evaluasi bulanan kinerja Isdar. Satu Tupoksi bisa melahirkan beberapa program kerja, yang keseluruhnya memiliki kaitan dengan jangka waktu yang disepakati.

“Dasar yang membedakan antara Tupoksi dengan Proker adalah bahwa yang pertama tidak terkait dengan jangka waktu, sedangkan yang kedua terikat dengan waktu. Tupoksi Ketua ISDAR memimpin Isdar berlaku sepanjang ia menjabat, baik itu pagi atau malam hari, sedangkan Prokernya yakni mengadakan evaluasi bulanan hanya terjadi sebulan sekali dan mungkin hanya berlangsung beberapa jam saja.” Tegas Ust. Ahmad Ubaydi Hasbillah saat memberikan pengetahuan seputar perencanaan program kerja bagi organisasi hari Rabu lalu.

Di samping ada kejelasan perihal Tupoksi (Job Description) dan Program Kerja yakni perlu ada penentuan agenda, kapan agenda tersebut dilaksanakan. Dan yang terakhir ada Uraian Kegiatan, bagian ini berfungsi menerangkan tempat berlangsungnya kegiatan, teknis pelaksanaan sampai tindakan lanjutan pasca pelaksanaan kegiatan.

Acara yang dilangsungkan mulai jam 08.30 WIB hingga 12.00 WIB di Gedung Kiai Ali Mustafa Yaqub, Pesantren Darus-Sunnah tersebut berjalan khidmat dan takzim.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *