Melestarikan Hadis Nabi Muhammad Saw

melestarikan hadis nabi muhammad

Hadis merupakan sumber autentik syariat Islam kedua setelah al-Quran, sebagaimana konsensus jumhur ulama. Namun tidak bisa dipungkiri adanya seorang muslim yang tidak mempelajari warisan nabi ini atau bahkan tidak mengenalnya sama sekali.

Urgenkah bagi umat Islam untuk mempelajari warisan nabi ini, sehingga ia yang mengenalnya dapat menjadi seorang muslim sejati.

Kita temukan jamak hadis yang menampilkan keistimewaan mereka yang menjaga hadis nabi, hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا مُبَشِّرُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الْحَلَبِيُّ عَنْ مُعَانِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ بُخْتٍ الْمَكِّيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ,
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَضَّرَ اللَّهُ عَبْدًا سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا ثُمَّ بَلَّغَهَا عَنِّي فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ غَيْرِ فَقِيهٍ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ
ابن ماجه : أبو عبد الله محمد بن يزيد الربعي القزويني.

Artinya:
Dari Anas bin Malik ra (w. 93 H) dia berkata; Rasulullah saw bersabda, “Allah akan memperindah wajah seorang hamba, ia mendengar perkataanku lalu merekamnya dengan hati, kemudian meyampaikannya atas namaku. Berapa banyak pembawa (menyampaikan) fikih namun tidak paham fikih, dan berapa banyak orang yang membawa (menyampaikan) fikih kepada orang lain yang lebih paham fikih darinya.”
HR. Ibnu Majah (209 -273 H) 64 tahun.

Istifadah:
Sedikitnya ada tiga ajaran penting yang dapat kita cerna dalam hadis di atas.

Pertama, anjran bagi kita untuk melestarikan hadis nabi serta menyampaikannya kepada khalayak ramai, sejatinya kita semua memiliki kewajiban berdakwah menyampaikan kebenaran yang diketahui.

Kedua ialah keutamaan bagi mereka yang mempelajari ajaran Islam dengan baik, merawatnya dengan penuh kepedulian serta menyebarlaskannya setelah mampu memahaminya dengan utuh.

Terakhir, menjaga keberadaan syariat Islam dengan saling menasehati baik sesama muslim atau terhadap non-muslim sebagai sesama manusia, secara tidak langsung melayangkan hadis pada teman, saudara, kolega dan lainnya adalah bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian umat dan ajaran Islam.

Semoga kecintaan kita terhadap nabi selalu bertambah seiring berjalannya waktu dan kelak mendapatkan syafaatnya kelak di hari kiamat. Aamiin.

Wallahu a’lam

Oleh Mifta Dwika

Jangan lupa ikuti media kami :
📷:http://bit.ly/Rasionalika_Darussunnah
Yuk, wakaf untuk Darus-Sunnah, Pesantren Hadis Pertama di Indonesia:
💳:http://bit.ly/Wakaf_Darussunnah
💳:https://kitabisa.com/campaign/wakafdarussunnah
[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah]

Pendaftaran Santri Baru Darussunnah
Bagikan

1 tanggapan pada “Melestarikan Hadis Nabi Muhammad Saw”

  1. Pingback: Hadis tentang jihad yang sebenarnya - Pesantren Darus-Sunnah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *