Khutbah Jumat di Kp. Skouw Sae; Membangun Semangat Beribadah dan Belajar di Bulan Ramadhan

Khutbah Jumat di Kp. Skouw Sae; Membangun Semangat Beribadah dan Belajar di Bulan Ramadhan
“Saya sampai di sana, Jumatnya langsung khutbah Jumat, Mas” Ujar Ust.

Muhammad Hanifuddin

menceritakan kenangannya saat di Papua. Kala itu kami sedang berbincang-bincang di depan kamar beliau, kamar yang paling dekat dengan maqbaroh ayahanda Kiai Ali Mustafa Yaqub.

Ternyata pengalaman beliau pun saya alami. Saat Ust.

Syukri Nawir

, sebagai Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IAIN Fattahul Muluk Jayapura mempresentasikan masing-masing lokasi dan gambaran kegiatan, kami memang mesti langsung khutbah Jumat sesampainya di sana.

Di benak saya tentunya harus mempersiapkan tema yang cocok untuk nanti khutbah, dimana jarak kedatangan kami dengan hari Jumat sangat dekat, kami datang ke Kp. Skouw pada hari Kamis, maka mesti mempersiapkannya. Namun tidak terasa, pekerjaan memang jika ditunda sebentar saja terkadang hilang dari peredaran dan muncul kembali dalam ingatan saat menjelang eksekusi. Di tambah kami belum mengetahui medan dakwah dan kondisi masyarakat.
Tibalah kami di Kp. Skouw pada hari Kamis, setelah sebelumnya menginap di Abepura. Saat di Abepura kami gunakan kesempatan sebaik-baiknya untuk bertanya-tanya mengenai lingkungan dan kondisi masyarakat disana.
“Khutbah Jumatnya tidak usah lama-lama, cukup intinya saja” Ujar Ust. Syukri kepada kami.
“Lalu, bahasannya jangan yang berat-berat”. Tambahnya.
Kami pun berpikir tema apa yang cocok untuk dibawakan nanti. Seketika kami teringat akan kata-kata ayahanda yang tentunya kami dapatkan secara tidak langsung dari guru-guru yang bertalaqqi langsung kepada beliau, yaitu “Istaqim fi al-dirāsah wa al-shalāt al-jamā’ah”, “Istiqamahlah kamu dalam belajar dan shalat jama’ah”. Kalimat ini sudah melekat di jiwa santri dan mahasantri Darus-Sunnah. Kalimat ini adalah bagian dari laku kehidupan guru kami yang istiqomah menjaga belajar mengajar dan shalat jamaah hingga akhir hayatnya. Tidak heran jika Ustadz Andi Rahman, guru kami, mengatakan: “Pak Yai itu ilmunya wangi, karena sering diriyadhohi”.
Dari memori tersebut, kami pun menyampaikan pentingnya shalat jamaah dan belajar, khususnya belajar Al-Quran. Khutbah ini relate tentunya dengan kondisi masyarakat disini, dimana semangat dan motivasi shalat jamaah di masjid sangat dibutuhkan. Kedua, masyarakat juga sangat membutuhkan pengajaran Al-Quran, bagi mereka dan juga anak-anak mereka.
Ramadhan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menambah semangat dalam belajar dan membaca Al-Quran, juga untuk memulai shalat berjamaah di masjid. Dengan demikian, ukhuwah di tengah-tengah masyarakat semakin kuat, dan kemampuan membaca Al-Quran mereka meningkat.
Kp. Skouw, 15/04/2021
Pendaftaran Santri Baru Darussunnah
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *