Darus-Sunnah Selenggarakan Daurah Bulughul Maram Bersama Syekh Yusri

Syekh Yusri

Darus-Sunnah kembali mengadakan daurah, kali ini yang dikaji adalah kitab Bulughul Maram yang dibimbing langsung oleh Syekh Yusri dari Mesir. Acara ini dilaksanakan pada rabu-kamis,  10-11 januari 2018.

Acara dimulai dengan pembacaan kitab Bulughul Maram dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan kepada Syekh Yusri dari santri Darus Sunnah, menanyakan terkait polemik ceramah seorang ustadz yang sedang naik daun.

Merebaknya ceramah salah satu ustadz terkenal yang mengatakan bahwa rahmat Nabi Muhammad Saw muncul setelah beliau diutus menjadi nabi masih menyisakan polemik hingga sekarang.

Syekh Yusri pun ikut bersuara menanggapi hal ini. Syekh Yusri menyampaikan bahwa rahmat yang dibawa Nabi Muhammad Saw telah ada sebelum Rasul diutus, bahkan jauh sebelum seluruh alam raya ini diciptakan oleh-Nya.

Lebih lanjut, ulama yang juga merupakan mursyid Thariqah Yusriyah Mesir ini mengatakan bahwa ayat “Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil alamin” (Q.S. al-Anbiya: 107) itu tidak difirmankan kepada basyariyah Rasulullah, melainkan difirmankan untuk ruhiyah Rasulullah Saw.

Sehingga menurutnya, jika ayat tersebut difirmankan untuk ruhiyah Rasul, maka hal ini tentu jauh sebelum Rasul diutus. Karena ruh Rasulullah telah diciptakan sebelum seluruh alam.

Syekh Yusri kemudian menguatkan pendapatnya dengan mengutip ayat setelah “wa maa arsalnaka”, yakni Q.S. al-Anbiya:108. Menurut beliau, ayat setelahnya yang berbunyi “qul innama yuha ilayya” (katakanlah sesungguhnya diwahyukan kepadaku)  berbeda dengan ayat lain yang menyebutkan “ana basyarun” terlebih dahulu.

Sehingga hal ini bisa disimpulkan bahwa ‘wa maa arsalnaka… ‘ bukan untuk basyariyah Rasul, melainkan ruhiyahnya. Dan ruhnya Rasul telah ada sebelum ia diutus, bahkan sebelum alam raya ini ada.

Wallahu A’lam.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *